CERITA MUKIDI, Pegawai Pajak
CERITA MUKIDI, Pegawai Pajak
Suatu pagi terdengar percakapan mukidi-istri yang sepertinya sedang terburu-buru. Sebenarnya bukan karena kesiangan, tapi mukidi, tidak mengaktifkan notifikasi whatsapp. Alhasil, ketinggalan info kalau pegawai pajak sabtu-minggu harus masuk kantor. Lebih celaka, minggu ini mukidi dapat jadwal piket.
Istri: “Pak, kok buru-buru sih?”
mukidi: “Iya, sama bos disuruh masuk kantor.”
Istri: “Loh? Bukannya kantor pajak sabtu libur? Wa…ini…”
Sang istri mulai curiga.
Istri: “Korannya gak dibaca dulu?”
mukidi : “Gak usahlah, di kantor juga ada.”
Istri: “Apa gak sarapan dulu?”
mukidi i: “Nanti di kantor juga ada.”
Istri: “Kopinya gak diminum?”
mukidi : “Gak usahlah, di kantor juga ada.”
Istri: “Gak cium Mama dulu niih?”
mukidi: “Gak usahlah, di kantor juga ada…”
Istri: **$%$#%%^%$ #lempar_galon_air
Suatu pagi terdengar percakapan mukidi-istri yang sepertinya sedang terburu-buru. Sebenarnya bukan karena kesiangan, tapi mukidi, tidak mengaktifkan notifikasi whatsapp. Alhasil, ketinggalan info kalau pegawai pajak sabtu-minggu harus masuk kantor. Lebih celaka, minggu ini mukidi dapat jadwal piket.
Istri: “Pak, kok buru-buru sih?”
mukidi: “Iya, sama bos disuruh masuk kantor.”
Istri: “Loh? Bukannya kantor pajak sabtu libur? Wa…ini…”
Sang istri mulai curiga.
Istri: “Korannya gak dibaca dulu?”
mukidi : “Gak usahlah, di kantor juga ada.”
Istri: “Apa gak sarapan dulu?”
mukidi i: “Nanti di kantor juga ada.”
Istri: “Kopinya gak diminum?”
mukidi : “Gak usahlah, di kantor juga ada.”
Istri: “Gak cium Mama dulu niih?”
mukidi: “Gak usahlah, di kantor juga ada…”
Istri: **$%$#%%^%$ #lempar_galon_air
0 Response to "CERITA MUKIDI, Pegawai Pajak"
Posting Komentar